Renstra

Visi dan Misi Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Visi Departemen ESL

“Menjadi program studi unggulan bertaraf internasional dalam pengembangan ilmu ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan tropika yang mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.”

Misi Departemen ESL

Dalam upaya pencapaian visi Departemen ESL tahun 2014-2018, misi utama Departemen ESL sebagai berikut :

Menyelenggarakan pendidikan tinggi tingkat sarjana untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang memiliki keunggulan dan kompetensi dalam bidang ilmu ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan yang berkelanjutan;
Mengembangkan ilmu ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan melalui aktivitas pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
Memberikan pandangan-pandangan kritis dan solusi alternatif terhadap permasalahan-permasalahan pembangunan pertanian, sumberdaya, dan lingkungan bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Strategi Umum Pengembangan Departemen ESL

Berdasarkan strategi pengembangan IPB tahun 2014-2018 serta Visi dan Misi Departemen ESL, maka dirumuskan strategi pengembangan Departemen ESL sebagai berikut :

Perluasan Akses dan Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pembinaan Kemahasiswaan

Perluasan akses dan peningkatan pendidikan dan pembinaan kemahasiswaan meliputi tiga fokus strategi, yaitu :

1. Peningkatan Program Pendidikan dan Mutu Layanan

    a. Peningkatan mutu calon mahasiswa

    b. Peningkatan efisiensi dan mutu layanan pendidikan

    c. Pengayaan course content dan metode pembelajaran

    d. Pemantapan implementasi kurikulum berbasis KKNI

    e. Pengembangan program pendidikan yang adaptif

2. Peningkatan Sumber dan Media Pendidikan

    a. Peningkatan peran profesional dosen dalam keanggotaan organisasi profesi

    b. Bertambahnya koleksi perpustakaan

3. Peningkatan Mutu Pembinaan Kemahasiswaan dan Alumni

    a. Pembinaan kemahasiswaan, soft skill, kepemimpinan, dan kewirausahaan.

    b. Pembinaan karir lulusan dan hubungan dengan alumni

 

Peningkatan Mutu Penelitian

Pengembangan mutu penelitian meliputi tiga fokus strategi, yaitu :

1. Peningkatan mutu penelitian unggulan nasional

    a. Pembinaan cutting edge dan frontier research

2. Peningkatan publikasi, dan daya guna hasil penelitian

    a. Peningkatan diseminasi dan publikasi pada jurnal nasional dan internasional (manuscript clinic)

Peningkatan Mutu Pengabdian Kepada Masyarakat

1. Peningkatan layanan pembinaan masyarakat produktif

    a. Pengembangan peran kelembagaan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat

    b. Pemanfaatan informasi ilmu pengetahuan bagi masyarakat

2. Peningkatan Advokasi Pengembangan Pertanian, Sumberdaya dan Lingkungan

   a. Peningkatan peran dalam perumusan kebijakan ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan

   b. Penguatan kerjasama dengan instansi terkait dalam pengembangan  ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan

Peningkatan Kapasitas Sumberdaya dan Jejaring Kerjasama

1. Peningkatan kapasitas SDM dan sarana fisik

    a. Peningkatan kapasitas sumberdaya dosen (akademik dan vokasi)

    b. Peningkatan kapasitas sumberdaya  tenaga kependidikan

    c. Peningkatan sarana prasarana dalam rangka peningkatan mutu akademik dan manajemen

2. Peningkatan jejaring kerjasama dan produktivitas kepakaran.

Peningkatan Kesejahteraan Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa

1. Peningkatan pendanaan dan renumerasi

    a. Peningkatan perolehan dana untuk kesejahteraan

    b. Pemberian beasiswa dan bantuan biaya pendidikan

2. Peningkatan sistem jaminan dan layanan sosial

    a. Peningkatan sistem jaminan kesehatan

    b. Peningkatan layanan sosial dan aksesibiltas kenyamanan kerja

Penguatan Keterandalan Sistem Manajemen

1. Dinamisasi organisasi dan tatakelola

    a. Peningkatan efektivitas organisasi dan sinergitas tatakelola

    b. Pengembangan sistem penjaminan mutu dan kebijakan terstruktur

2. Penguatan dan dinamisasi pengelolaan sumberdaya

    a. Penguatan peran dan fungsi perencanaan dan pengembangan

    b. Penguatan sistem danpengelolaan pendanaan

    c. Penguatan sistem dan pengelolaan SDM

    d. Penguatan sistem dan layanan fasilitas dan properti

    e. Penguatan sistem dan layanan kehumasan dan promosi

3. Dinamisasi sistem dan teknologi komunikasi dan informasi

    a. Peningkatan kapasitas infrastruktur jaringan dan layanan teknologi informasi dan komunikasi

    b. Penguatan sistem informasi manajemen terintegrasi

Rencana Pembentukan Program Studi S1 Ekonomi Pertanian

Peran strategis Departemen ESL dalam pengembangan keilmuan di bidang ekonomi pertanian, merupakan peran nyata Departemen ESL dalam sumbangsih pemikiran terhadap solusi permasalahan pertanian, sekaligus menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang handal dalam penguasaan pengetahuan dan kompetensi ekonomi pertanian. Peran Departemen ESL sebagai penyelenggara pendidikan tinggi merupakan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dilihat dari aspek sejarah, pengembangan keilmuan bidang ekonomi pertanian sudah lama ada jauh sebelum penataan departeminisasi tahun 2005 dimana Departemen ESL terbentuk, yaitu dengan nama Program Studi Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya (EPS) di bawah Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi dan Pertanian, Fakultas Pertanian.

Sejak adanya penataan departemen tersebut, mandat untuk pengembangan Ilmu Ekonomi Pertanian (dalam arti luas : pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan) berada di Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL), Fakultas Ekonomi dan Manajemen berdasarkan SK Rektor IPB No. 001/K13/PP/2005 tanggal 10 Januari 2005. Departemen ESL ditugaskan untuk mengelola Program Studi Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya (Phasing Out) yang sebelumnya berada di Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian.

Adanya program pendidikan lanjutan (pascasarjana) Ilmu Ekonomi Pertanian (EPN) di IPB yang merupakan salah satu program studi pascasarjana tertua di Indonesia dalam pengembangan ilmu ekonomi pertanian telah menjadi rujukan bagi pengembangan program studi pascasarjana sejenis di perguruan tinggi nasional. Namun untuk tingkat sarjana, kelembagaan (program studi/departemen) untuk pengembangan ilmu ekonomi pertanian secara khusus  belum ada dan perlu dibentuk di IPB. Oleh karena itu, adanya program pascasarjana EPN tersebut seharusnya sejalan dengan pengembangan Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian (EPN) pada tingkat sarjana.

Sementara dari aspek pasar, kebutuhan terhadap lulusan dengan kompetensi ilmu ekonomi pertanian cukup besar antara lain sektor, lembaga pemerintah (pusat dan daerah), lembaga penelitian, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan perusahaan (pemerintah dan swasta). Hal tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Program Sarjana PS EPN sangat penting.

Untuk dukungan sumberdaya manusia (SDM), juga sangat memadai. Jumlah dosen yang memiliki kompetensi di bidang ilmu ekonomi pertanian di Departemen ESL jumlahnya cukup dan tersedia. Bahkan, potensi dosen yang memiliki kompetensi bidang ilmu ekonomi pertanian juga tersebar di berbagai departemen yang ada di IPB.

Atas dasar itu, maka ESL sebagai departemen yang memiliki mandat dalam pengembangan ilmu ekonomi pertanian, merasa penting untuk terus mengembangan kelimuan ekonomi pertanian di masa mendatang dengan cara pembentukan Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Ekonomi Pertanian sebagai wadah dalam rangka mempersiapkan SDM yang memiliki keunggulan dan kompetensi dalam bidang Ilmu Ekonomi Pertanian dalam rangka menghadapi berbagai tantangan pertanian yang semakin kompleks di masa mendatang. Urgensi pembentukan PS EPN juga telah tertuang dalam hasil lokakarya akademik yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen pada tahun 2010.

Menu Mahasiswa

  • 1
  • 2