Wisuda Bulan ini Alumni IPB Berjumlah 143.711

Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali mewisuda lulusan terbaiknya dalam sidang terbuka dengan acara tunggal Wisuda dan Penyerahan Ijazah Tahap VII Tahun Akademik 2016/2017, Rabu (10/5), di Grha Widya Wisuda (GWW) kampus IPB Dramaga, Bogor. Pada wisuda tahap ini, IPB menyerahkan ijazah kepada 750 orang lulusan, yang terdiri dari 31 lulusan bergelar Doktor, 209 lulusan bergelar Magister Sains, 40 lulusan bergelar Magister Manajemen, 3 lulusan bergelar Magister Profesional, 9 lulusan bergelar Dokter Hewan, dan 458 lulusan bergelar Sarjana.

Wisuda dibuka langsung dan dipimpin oleh Rektor IPB, Prof.Dr. Herry Suhardiyanto. Atas nama seluruh sivitas akademika IPB, rektor menyampaikan selamat kepada para lulusan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Dikatakannya, para lulusan IPB  harus siap menghadapi tantangan, salah satu tantangan yang sedang dan akan kita hadapi adalah persoalan daya saing pertanian. Skema kerjasama perdagangan, yang bersifat regional seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA), China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA), ASEAN Economic Community, maupun yang bersifat global memberikan tantangan bagaimana meningkatkan daya saing sektor pertanian. Untuk itu, IPB sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia selalu berkomitmen tinggi untuk menghasilkan inovasi yang berguna untuk bangsa dan negara.

Dalam sembilan tahun berturut-turut yaitu sejak tahun 2008 sampai dengan 2016, IPB selalu menjadi kontributor inovasi paling prospektif terbanyak di Indonesia menurut penilaian Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bersama Bussiness Innovation Center (BIC) Indonesia. Total inovasi IPB pada periode tersebut adalah 359 inovasi dari 936 inovasi Indonesia, terbanyak dibandingkan dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian lain.

Oleh karena itu, IPB telah menetapkan agenda riset yang meliputi pangan, energi, ekologi, penanggulangan kemiskinan dan biomedis. Dengan agenda riset tersebut, IPB dapat lebih mudah mengarahkan tema penelitian sehingga konvergen untuk menghasilkan inovasi dan rekomendasi kebijakan yang berguna dalam memberikan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Pada bulan Maret 2016, lembaga pemeringkatan internasional QS mengumumkan bahwa IPB menjadi salah satu dari 100 Perguruan Tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking by Subject yaitu Agriculture and Forestry. Pada tanggal 10 Agustus 2016, IPB mendapatkan Penghargaan Kekayaan Intelektual Tahun 2016 dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk kategori Penghargaan Sentra Kekayaan Intelektual Terproduktif dan Penghargaan Kerja Sama Peneliti Asing.

“Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan bahwa dalam roadmap tahunan Rencana Strategis IPB, tahun 2017 adalah Tahun Pengarusutamaan Pertanian. Dalam tahun ini kita perlu lebih mengoptimalkan modal dasar yang telah menjadi keunggulan IPB selama ini yaitu berupa inovasi, sumberdaya manusia terdidik yang unggul, substansi keilmuan yang relevan, dan kajian akademik unggul di bidang pertanian dalam arti luas,” papar rektor.

Rektor menambahkan, IPB memperoleh penghargaan Peringkat III Anugerah Keterbukaan Informasi Publik, Kategori Perguruan Tinggi yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI dan Peringkat II Anugerah Cinta Karya Bangsa, Kategori Perguruan Tinggi yang diserahkan oleh Menteri Perindustrian RI. “Kita bersyukur bahwa IPB telah mencapai banyak prestasi tetapi kita juga harus terus mempersiapkan diri untuk terus mencapai prestasi dan menjawab berbagai tantangan pada masa yang akan datang,” imbuhnya.

Rektor juga mengemukakan bahwa Himpunan Alumni memiliki posisi strategis bagi IPB sebagai partner yang penting dalam membangun bangsa dan negara pada umumnya dan membangun IPB pada khususnya. Alumni IPB dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kerjasama yang telah ada untuk kemajuan almamater. Untuk diketahui bahwa sampai dengan wisuda pada tahap ini, IPB telah memiliki 143.711 orang alumni. (Awl)