Mahasiswa IPB Luncurkan Struk Hemat Listrik

Peningkatan kebutuhan listrik dapat memicu terjadinya krisis energi listrik. Pemerintah (PT. PLN) telah mengupayakan berbagai macam cara untuk mencukupi kebutuhan energi listrik penduduk Indonesia. Namun pemerintah (PT. PLN) tidak bisa sendiri untuk mencukupi kebutuhan energi listrik per tahunnya.

Bercermin dari kondisi tersebut, sejumlah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai oleh Dinda Ratnasari (mahasiswa Departemen Ekonomi dan Sumberdaya Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen – FEM) mengusulkan sebuah terobosan baru sebagai upaya penghematan energi listrik. Terobosan baru ini bernama “Setitik” berupa inovasi pembuatan struk hemat listrik.

Tim yang beranggotakan Eka Listiani (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - FMIPA), Vara Dita Puri Ningtyas (Fakultas Kehutanan), Erika Nurdajhmi Laela dan Dwi Wara Widiyaningtyas (FEM) ini di bawah bimbingan Dr. Aceng Hidayat dan Prima Gandhi, SP MSi.

Struk listrik ini dibuat berbeda dengan struk listrik yang biasa digunakan oleh pihak PT. PLN. “Setitik” merupakan struk listrik yang didesain secara khusus dengan mencantumkan tagihan listrik masyarakat yang disertai total pemakaian energi listrik per kWH yang telah terpakai, serta melampirkan total pemakaian atau tagihan warga sekitar dalam satu komplek per satu bulan. Bagian belakang struk, juga dilengkapi dengan tips dan trik bagaimana cara menghemat listrik. Pembuatan struk hemat listrik ini didukung oleh pihak PT. PLN Kabupaten Bogor serta Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).

Terdapat tiga macam struk listrik yaitu struk berwarna merah, kuning dan hijau yang dapat digunakan sebagai patokan untuk mengindikasikan apakah rumah tangga tersebut hemat listrik atau tidak. Merah untuk pemakaian di atas rata-rata (boros), kuning untuk penggunaan sama dengan rata-rata dan hijau adalah penggunaan di bawah rata-rata (hemat). “Penggunaan warna yang berbeda dalam struk ini diharapkan mampu merubah perilaku masyarakat yang masih boros dalam penggunaan energi listrik,” tutur Dinda.

Pelaksanaan program “Setitik” diimplementasikan kepada masyarakat Desa Cihideung Udik, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Kondisi masyarakat di sini masih minim pengetahuan akan pemakaian energi listrik yang efektif dan efisien serta masih memiliki kebiasaan menggunakan listrik secara tidak terkontrol. Hal tersebut mengakibatkan biaya tagihan listrik membengkak, sedangkan di sisi lain kondisi perekonomian masyarakat mayoritas menengah ke bawah, sehingga diperlukan edukasi mengenai penggunaan listrik yang efektif supaya masyarakat mampu mengontrol penggunaan listriknya.

Pemberian struk hemat listrik merupakan upaya untuk melakukan penghematan energi listrik melalui pendekatan economic behavior. Program dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bagaimana cara menghemat listrik dengan mengetahui barang elektronik apa saja yang berpotensi memakan daya besar. “Setitik” memberikan tips dan trik dalam menggunakan alat listrik secara efektif dan efisien. “Setitik” bisa menjadi pengontrol dan reminder dalam penggunaan listrik per bulan. “Tim Setitik telah melakukan edukasi kepada kami sejak bulan Maret lalu. Edukasi ini sangat bermanfaat, setelah kami menerapkannya beban tagihan listrik kami dalam satu bulan terakhir menjadi berkurang”, ujar salah satu masyarakat penerima struk Setitik.

Menu Mahasiswa

  • 1
  • 2