Mahasiswa IPB Lestarikan Budaya Kampung Malasari, Cikal Bakal Bogor

Fokus kegiatannya adalah regenerasi dalam upaya pelestarian seni budaya dengan kearifan lokal yang ada. Regenerasi budaya yang dimaksud di sini adalah regenerasi kebudayaan seni degung (Laskar Degung), seni angklung (Laskar Angklung), dan juga seni tari (Laskar Tari).

Selaku dosen pembimbing, Dr. Roza Yusfiandayani menyontohkan negara Jepang sebagai negara yang sangat melestarikan kebudayaannya. Jepang terkenal dengan teknologi yang semakin canggih, namun herannya kebudayaan mereka masih dipegang teguh, tidak terganti atau terhapus oleh kebudayaan asing.

Target peserta untuk Saung Laskar Halimun ini adalah anak-anak SD dan SMP yang ada di Desa Malasari, namun tidak menutup kemungkinan bagi pemuda serta para orangtua untuk ikut berpartisipasi dalam pelestarian seni budaya Malasari. Sekretaris Desa, Sukandar juga menambahkan bahwa ia dan jajaran aparat desa bersedia dan siap untuk ikut andil dalam mengikuti program ini.

“Saya sudah memberitahukan ke seluruh perangkat desa dan mereka menyatakan mendukung penuh ikut dalam program ini. Selain itu, insya Allah nanti akan kami usulkan untuk menjadi ekstrakurikuler, bukan untuk kelas VI saja tetapi dimulai dari kelas IV dan V supaya regenerasi mulai dilakukan sejak kelas IV,” terang Yoyok, Ketua Komite Sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini.

Puncak dari Grand Opening ini ditandai dengan penyerahan angklung oleh ketua pelaksana PKM Saung Laskar Halimun kepada Sekretaris Desa Malasari dan pembunyian angklung secara bersama-sama sebagai bentuk simbolis dibukanya program Saung Laskar Halimun serta serah-terima pemberian bantuan alat musik berupa angklung, calung, kecapi, dan kendang sebagai fasilitas untuk mempermudah masyarakat dalam latihan seni. (zul)

Menu Mahasiswa

  • 1
  • 2